Kamis, 20 Februari 2020

Assalamualaikum wr. wb.

Di bawah ini pengertian vlog/vlogger

Apa itu Vlog?

Vlog adalah sebuah blog dengan video dan Anda dapat dengan mudah mengubah blog Anda menjadi vlog dengan menyematkan video dalam sebuah postingan, meski saat ini banyak yang langsung mengunggah ke saluran social media seperti youtube.
Jenis jenis Vlog
Saat membuat konten vlogging, Anda harus mengetahui beberapa jenis vlog yang ingin Anda buat, seperti berikut
Talking Head: Vlog yang berisi satu orang yang berbicara di depan kamera menampilkan kepala hingga setengah tubuh. Biasanya video ini berisi konten opini si pembuat. Sangat mudah membuat vlog jenis ini karena Anda hanya membutuhkan modal tripod, smartphone yang mumpuni, kursi untuk duduk atau bisa berdiri, dan pencahayaan yang baik..
How-To: Vlog ini biasa digunakan untuk para reviewer dan vlogger saat ini. Karena sifatnya sangat menarik dan edukatif. Jika Anda sering melihat video yang memberikan resep masak, tutorial penggunaal smartphone, ini adalah salah satu jenis vlog How-To. Teknik pengambilan vlog jenis ini terbilang sulit, karena Anda harus menentukan sudut pengambilan, script, pencahayaan, latar yang baik, dan juga alat peraga.
Reality: Vlog yang satu ini biasanya untuk Anda yang hobi traveling, biasanya durasi yang diberikan sangat panjang. Tingkat kesulitan untuk membuat video ini juga masih terbilang cukup lumayan. Yang dibutuhkan adalah microphone, smartphone serta tripod yang mudah digenggam. Tapi jika menggunakan smartphone yang sudah memiliki video image stabilizer akan sangat mudah lagi. Karena Anda tidak perlu khawatir gambar akan goyang. Anda hanya perlu merekam seluruh aktifitas yang Anda lakukan di luar ruang.

Cara membuat Vlog?

1. Potret dengan ponsel

2. Ambil gambarnya secara horizontal

3. Gunakan tripod

4. Gunakan teknologi pengeditan yang benar

5. Jangan gunakan fitur zoom

6.Gunakan satu smartphone untuk video dan telepon lain sebagai mikrofon

7. Gunakan benda-benda rumah tangga yang lembut untuk menghentikan gema suara

8. Pencahayaan alami

CARA MEMBUAT VLOG UNTUK PEMULA MAUPUN SUDAH PROFESIONAL
Link ada di bawah sini👇

https://youtu.be/EZUHEKKg0xA

Kamis, 13 Februari 2020

Jenis jenis sensor yang sering di gunakan di Teknik Otomasi Industri

Perangkat Masukan Dasar
Perangkat masukan adalah sebuah perangkat keras yang digunakan sebagai pemberi signal atau pemicu kepada sistem kendali. Perangkat masukan berfungsi sebagai pemberi perintah berupa signal elektrik kepada perangkat logika. Perangkat ini bekerja dengan  menyambungkan atau memutuskan aliran arus dalam sirkuit elektrik, dan mengirimkan sinyal ke perangkat kontrol. Perangkat masukan dibagi menjadi 2 bagian utama yaitu Masukan Digital dan maukan Analog. Masukan Digital adalah perangkat masukan yang memiliki kondisi On/Off, 1/0 atau High/Low. Sedangkan masukan Analog adalah perangkat yang memiliki nilai lebih rinci seperti seberapa besar, seberapa tinggi, seberapa cepat dan lainnya. Kali ini saya batasi bahwa kita hanya akan membahas perangkat masukan digital. Perangkat masukan digital yang paling umum digunakan adalah berupa Operation Switch dan Detection Switch.
1. Operation Switch
Operation Switch adalah sakelar yang dioperasikan oleh manusia seperti operator di pabrik. Sakelar ini paling umum ditemui pada perangkat semi otomatis hingga perangkat otomatis dalam sistem otomasi industri. Awalnya switch ini memiliki minimal satu kontak yang berfungsi sebagai penyambung atau pemutus arus listrik. Kontak tersebut adalah Kotak NO (Normally Open) atau Kontak NC (Normally Closed). Namun saat ini beberapa switch memiliki dua jenis kontak ini. Kontak NO memiliki kondisi awal terbuka hingga switch DIAKTIFKAN. Pada saat itu, kontak akan menutup dan menyambungkan suatu sirkuit elektrik. Kontak NC memiliki kondisi awal tertutup hingga switch DIAKTIFKAN. Pada saat itu, kontak akan terbuka dan memutus sirkuit elektrik.
push-button otomasi industri
Berikut ini adalah contoh dari operation switch:
> Push Button (tombol tekan)
Tombol tekan berfungsi sebagai saklar untuk menghidupkan atau  mematikan kontrol listrik. Cara pengoperasiannya dengan  menekan knop tombol tekan. Tombol tekan umumnya mempunyai dua jenis kontak yaitu kontak NO dan NC. Gambar 1 adalah symbol Push Button.
push-button-no-nc otomasi industri
Berdasarkan cara kerjanya ada dua jenis tombol tekan :
  • Momentary contact yaitu tombol tekan yang bekerja pada saat knop ditekan dan apabila knop dilepas maka tombol akan kembali normal.
  • Maintain contact yaitu tombol tekan yang akan mengunci setelah knop ditekan.
> Selector Switch dan Toggle switch
selector-switch otomasi industri
Selector Switch atau tombol pemilih adalah sakelar yang dapat digunakan untuk memilih 2 kondisi atau lebih. Tombol ini memiliki 1 common yang bisa dianggap sebagai sumber signal listrik utama dan beberapa pilihan kemana signal tersebut akan diteruskan. Gambar di samping menunjukkan contoh dari selector switch.
toggle-switch otomasi industri
Toggle switch adalah sakelar yang dilengkapi dengan pengunci dan memiliki 2 pilihan posisi. Gambar di bawah menunjukkan contoh sakelar toggle.





> Limit Switch
Limit Switch digunakan untuk mengetahui ada tidaknya suatu obyek di lokasi tertentu. Limit switchakan aktif jika mendapatkan sentuhan atau tekanan dari suatu benda fisik. Gambar di bawah menunjukkan contoh Limit switch dan pengunaanya.
Limit switch perangkat masukan input otomasi industri
limit switch otomasi industri
2. Detection Switch
Detection Switch adalah sakelar yang dioperasikan dengan kontak langsung atau tidak baik oleh manusia, benda kerja maupun material lain pendukung proses kerja pada industry. Produk yang bergerak pada konveyor, magnet yang dipasang pada titik – titik tertentu, anggota tubuh manusia, lengan robot dan benda – benda lain adalah contoh objek yang digunakan untuk mengaktifkan detection switch. Detection Switch umumnya memiliki Kontak Changeover. Beberapa literatur komponen kontrol, Kontak changeover juga disebut sebagai kontak SPDT (Single Pole Double Throw). Kontak changeover adalah kontak yang memiliki Kontak NO dan Kontak NC secara bersamaan. Dalam satu detection switch minimal terdapat satu Kontak changeover yang mengontrol aliran arus.
3. Sensor
Sensor adalah salah satu bentuk dari detection switch. Sensor adalah sesuatu yang digunakan untuk mendeteksi adanya perubahan lingkungan fisik atau kimia. Sensor dapat mendeteksi variable berupa sentuhan, gaya, tekanan, cahaya, suhu dan lain-lain. Berbagai variabel yang dideteksi tersebut akan diubah menjadi besaran listrik berupa tegangan atau arus listrik. Sensor mengontrol aliran arus elektrik menggunakan perangkat solid state (solid state/ device) seperti transistor dan bukannya unit mekanis dalam proses kontak atau proses penyaklarannya. Karena menggunakan transistor, sensor memiliki respons berkecepatan sangat tinggi dalam melakukan proses penyambungan atau pemutusan terhadap perubahan input dan memiliki masa pakai yang sangat lama bila dibandingkan dengan unit kontak switching yang dioperasikan secara mekanis.transistor-switch-at-sensor otomasi industri
Switching transistor (lingkaran merah) pada gambar di atas tergantung dari signal dari Main circuit. Main circuit inilah yang berfungsi sebagai pendeteksi perubahan. Saat terjadi signal, maka transistor melakukan penyambungan dari kabel Brown (+V) melalui kabel Black, kemudian Load (modul input perangkat kendali) hingga ke Blue (0V).
Ada beberapa sensor untuk mengontrol aliran arus elektrik dan sensor-sensor tersebut diklasifikasikan berdasarkan cara yang digunakannya untuk mendeteksi perubahan masukan. Jenis sensor paling umum yang ada di sistem otomasi industry adalah sensor Photoelectric dan Proximity.
> Sensor Photoelectric
Sensor Photoelectric adalah sensor yang berfungi untuk mendeteksi objek jika intensitas cahaya yang ditangkapnya berubah. Contoh – contoh sensor berbasis fotoelektrik antara lain ditunjukkan seperti pada gambar di bawah :
vphoto_types otomasi industriPhotoelectric sensor bisa berupa Diffuse Reflective, yaitu sensor memiliki transmitter (pemancar cahaya) sekaligus reciever (penerima cahaya). Objek yang akan dideteksi berfungsi sebagai pemantul cahaya, sehingga cahaya dapat diterima pada reciever dan diolah menjadi signal masukan. Bentuk lain dari Photoelectric sensor adalah Retro Reflective, secara prinsip kerja sama dengan jenis sebelumnya, namun memiliki relfektor khusus. Sensor jenis ini umunya digunakan untuk pendeteksian objek pada jarak yang relatif dekat. Dan yang terakhir adalah Trough Beam, transmitter dan reciever terpisah, objek yang akan dideteksi harus melintas di antara transmitter (sender) dan reciever. Sensor jenis ini biasa digunakan untuk jarak yang lebih jauh.
> Sensor Proximity
Sensor Proximity adalah sensor yang berfungi untuk mendeteksi keberadaan benda pada jarak tertentu. Saat benda tertentu berada didekatnya, maka proximity switch akan memmberikan signal. Terdapat 2 jenis proximity, yaitu Proximity Induktif untuk mendeteksi benda logam dan Proximity Kapasitif untuk mendeteksi benda logam maupun non logam. Gambar di bawah adalah prinsip kerja Proximity Sensor dan penggunaanya.
Otomasi Industri perangkat masukan
proximity-capasitive otomasi industri
Gambar sebelah kanan adalah penggunaan Proximity sensor sebagai pendeteksi objek non logam (wood/kayu) maupun logam (gergaji).

Anak SMK 1 magang di BUMA


Profil SMK N 1 SEMARANG

SEJARAH

SEJARAH SINGKAT SMK NEGERI 1 SEMARANG Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Semarang adalah sekolah menengah kejuruan teknologi dan industri yang semula bernama Sekolah Teknologi Menengah yang disingkat STM. Sekolah ini merupakan sekolah kejuruan tertua di Jawa Tengah dan didirikan dalam urutan kedua setelah STM yang didirikan di Jakarta. Sejarah SMK Negeri 1 Semarang semula…

PROFILE

PROFIL SMK NEGERI 1 SEMARANG SMK Negeri 1 Semarang beralamat di Jl Dr. Cipto No. 93 Semarang, didirikan pada  tahun 1939, oleh pemerintah Hindia Belanda. Berdiri di atas tanah seluas 1,8 Ha. Hingga saat ini telah dipimpin oleh 13 Kepala Sekolah. Berdiri dengan nama Sekolah Teknik Semarang yang nama aslinya Technische School Semarang (TSS), dikepalai oleh seorang…

PROGRAM KEAHLIAN

Program studi keahlian Pada awalnya SMK Negeri 1 Semarang   hanya mengelola 3 Program Keahlian yaitu  Bangunan Air (BA),, Elektronika, Mesin Umum. Berdasarkan Surat Keputusan Departemen Pendidikan Nasional, dalam hal ini Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Keputusan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah No: 251/C/KEP/MN/2008 tanggal 27 Agustus 2008, ditetapkan Spektrum…

Sistem kerja industri pada teknik otomasi industri


Teknik Otomasi Industri

Teknik otomasi industri adalah suatu jurusan teknik yang menerapkan sistem pengajaran yang mengarah ke bidang perakitan sistem" di dunia industri yang berbasis otomatis/automatic. Didalam jurusan ini diharapkan para siswa dan siswi dapat merakit, memperbaiki, dan merawat mesin" di industri yang sesuai dengan kebutuhan, adapun beberapa kompetensi yang di ajarkan di bidang otomasi industri:

1. Instalasi Penerangan
2. Elektronika Digital dan Analog
3. Mekanik Elektronik
4. Pengukuran Besaran Listrik
5. Penerapan K3 / Keselamatan Kerja
6. Ilmu Dasar Listrik
7. Instalasi Tenaga
8. Elektromagnetik
9. Perakitan dan Control PLC
10. Microprosesor dan Microcontrol
11. Pengendali Relay
12. Contol Pneumatic dan Electropneumatic
13. Control SCADA dan HMI
14. Perakitan Panel PLC dan Electromagnetik
15. Perbaikan dan Perawatan Komponen Listrik

PEMETAAN FUNGSI PEKERJAAN BIDANG OTOMASI INDUSTRI
Area fungsional pekerjaan di bidang Otomasi Industri dibagi atas:
  1. Pengoperasian yaitu meliputi fungsi pekerjaan mengoperasikan peralatan dansistem otomasi industri (hard dan software) sesuai spesifikasi operasi yang dipersyaratkan.
  2. Pemeliharaan dan Perbaikan yaitu meliputi fungsi pekerjaan memelihara dan memperbaiki peralatan dan sistem otomasi industri (hard dan software) agar tetap berada pada kondisi sesuai yang dipersyaratkan dari waktu ke waktu.
  3. Perakitan dan Instalasi yaitu meliputi fungsi pekerjaan merakit dan menginstal peralatan dan sistem otomasi industri (hard dan software) sesuai perencanaan.
  4. Pengetesan dan Komisioning yaitu meliputi fungsi pekerjaan mengetes mengatur dan mengevaluasi performa peralatan dan sistem otomasi industri (hard dan software) sesuai yang dipersyaratkan dalam perencanaan.
  5. Perancangan dan Pembuatan yaitu meliputi fungsi merencanakan dan merealisasikan peralatan dan sistem otomasi industri (hard dan software) sesuai spesifikasi yang telah ditentukan.